Suasana Simulasi Latihan UNBK Kejar Paket C di SMK Negeri Glagah Banyuwangi. (Nurhadi/Jatim TIMES)
Suasana Simulasi Latihan UNBK Kejar Paket C di SMK Negeri Glagah Banyuwangi. (Nurhadi/Jatim TIMES)

Koordinator Wilayah Kerja Satuan Pendidikan (Korwilsatdik) Kecamatan Glagah, Janoto memantau simulasi Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) Kejar Paket C di Laboratorium Komputer SMK Negeri Glagah Banyuwangi Minggu (23/2/2020).

Menurut dia, gladi pengerjaan soal-soal berbasis IT diikuti oleh 72 peserta Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Mitra Desa Tamansuruh Kecamatan Glagah yang berdiri 2007 dan mengadakan Kejar Paket A B dan C.

Selanjutnya, pria berkumis itu menuturkan latihan ujian kejar paket  berbasis komputer tersebut dinilai sangat dibutuhkan agar pada UNBK sesungguhnya berjalan dengan aman lancar dan sukses.

"Walaupun di lembaga sendiri sudah diperkenalkan bagaimana cara mengoperasikan komputer, namun latihan soal melalui aplikasi komputer bukan hal yang mudah bagi sebagian peserta yang  baru mengenal komputer. Sehingga harus didampingi dan guru Teknologi Informasi (TI) siap mendampingi dan mengajari," jelasnya.

Lebih lanjut dia menambahkan rata-rata peserta yang memiliki smartphone sudah bisa mengoperasikan komputer karena cara kerjanya mirip.

Terkait dengan pendidikan non formal, menurut dia merupakan satu satu cara  mendongkrak angka kelulusan di wilayah Banyuwangi.

Berdasarkan data yang ada di Dinas Pendidikan Banyuwangi, rata rata masyarakat atau penduduknya itu hanya mampu menuntaskan pendidikan setingkat SMP.

"Kemarin ada program sahabat Dikmas dari Dinas Pendidikan itu luar biasa dimana masing masing kecamatan rata rata mendapatkan data  itu seratus peserta yang terjaring berarti sekitar 2500. Pendidikan non formal inilah nanti solusi untuk mengangkat apa kelulusan masyarakat di Banyuwangi,"tegasnya.

Sementara Bambang Sariyannto, ( 50 tahun), peserta tertua mengungkapkan awalnya merasakan kesulitan dan bingung dalam mengerjakan soal latihan UNBK. Namun lama kelamaan dia merasa terbiasa.

"Kami  belajar bersama di sini terus nanti setelah ini ada rencana untuk memperdalam ilmu dan menempuh jenjang pendidikan yang lebih tinggi," ujar pria asal Licin itu.