Bentuk Ekonomi Kreatif, Kopi Tulang Dapat Apresiasi Direktur Pelestarian Cagar Budaya dan Museum

UPT PPU saat mengenalkan Kopi Tulang ke Direktur Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman, Fitra Arda (UPT PPU)
UPT PPU saat mengenalkan Kopi Tulang ke Direktur Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman, Fitra Arda (UPT PPU)

SUMENEPTIMES, MALANG – Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengolahan Pemakaman Umum (UPT PPU) mewujudkan ekonomi kreatif penunjang destinasi wisata melalui produk Kopi Tulang. 

Dari kreativitas yang menarik itu, UPT PPU diundang untuk berdiskusi berdiskusi bersama di Museum Ganesya dengan mengusung tema Penguatan Identitas Bangsa Melalui Sinergitas Inovasi Dan Kreativitas Dalam Kemajuan Kebudayaan.

Hadir sebagai narasumber Direktur Pelestarian Cagar Budaya Dan Museum, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Fitra Arda, pria asal Bukittinggi, Sumatera Barat ini mengatakan, bahwa kemajuan bangsa dikuatkan dengan inovasi dan kreativitas dalam memajukan kebudayaan.

"Kebudayaan adalah hasil dari budi dan akal manusia. Semua sistem ide, gagasan, rasa, tindakan serta karya yang dihasilkan oleh manusia dengan cara belajar" ungkap Fitra di hadapan kaum milenial, Jumat (16/7/2019).

Dalam workshop ini, UPT PPU mengenalkan Kopi Tulang sebagai salah satu wujud budaya. 

Kopi bergambar tengkorak ini merupakan budidaya dari hasil pemikiran dan akal manusia.

Kopi yang dikenalkan UPT PPU ini, menuai apresiasi positif dari Fitra Arda.

"Kopi tulang ini cukup inovatif, hasil dari budaya. Yang menanam kopi ini bukanlah seorang budayawan. Tapi apa yang dihasilkan adalah hasil budaya  karena berasal dari pemikiran dan akal manusia. Selain itu, kopi ini merupakan bentuk ekonomi kreatif yang dapat dikembangkan sebagai aset" ujar Fitra memberikan tanggapan saat UPT PPU mengenalkan Kopi Tulang dihadapan Kakang-Mbakyu, Duta Batik, Duta Lingkungan, Duta Pariwisata dan kaum muda yang mayoritas adalah mahasiswa Kota Malang.

Fitra juga menyebut kopi dengan bungkus coklat tersebut, diakui sebagai perwujudan ekonomi kreatif karena keunikan dan kreatifitas nya.

Sangat jarang tanaman produktif seperti kopi ditanam di area pemakaman.

Ekonomi kreatif lebih mengutamakan kreativitas, ide, pengetahuan manusia sebagai aset utama dalam menggerakkan ekonomi. 

Tak hanya itu, konsep ekonomi kreatif ini juga dapat menjadi penunjang destinasi wisata.

Seperti kita tahu, TPU Sukun Nasrani atau lebih populer disebut Koeboeran Soekoen adalah Makam peninggalan Belanda yang akan ditetapkan sebagai Kawasan Cagar Budaya pada tahun 2019 dan juga akan dijadikan destinasi wisata heritage.

Sebagai destinasi wisata, tentunya Koeboeran Soekoen harus menerapkan prinsip Sapta Pesona yang meliputi aspek aman, tertib, bersih, sejuk, indah dan kenangan.

Tagline tersebut merujuk pada Sapta Pesona yang harus dimiliki oleh sebuah destinasi wisata. 

Kopi Tulang dapat menjadi sebuah alternatif sebagai sebuah kenangan. 

Kenangan indah saat menyusuri setapak demi setapak lahan makam, kenangan tentang bangunan Londo dan kenangan saat menyeruput Kopi Tulang yang memiliki sensasi tersendiri.

Pewarta : Anggara Sudiongko
Editor : Heryanto
Publisher : Sandi Alam
Sumber : Malang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]sumeneptimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]sumeneptimes.com | marketing[at]sumeneptimes.com
Top