Konflik Dua Paguyuban Jeep, Pertemuan Masih Alot, Sesi Pertama Belum Ada Titik Temu

Suasana saat mediasi permasalahan konflik dua paguyuban Jeep di TNBTS (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)
Suasana saat mediasi permasalahan konflik dua paguyuban Jeep di TNBTS (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

SUMENEPTIMES, MALANG – Konflik antara dua perkumpulan ,Perkumpulan Jeep Wisata Malang Raya dan Paguyuban Jeep 4X4 BTS Tumpang mengenai kuota Jeep pengangkut penumpang ke Bromo masih berlanjut.

Hari ini (26/6/2019), 25 pihak terkait melakukan mediasi mengenai permalasahan tersebut di Kantor Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).

Dua jam lamanya, dimulai sekitar pukul 13.00 wib hingga pukul 16.00 wib, mediasi yang berlangsung dengan sejumlah pihak, masih belum ada titik temu. Pada sesi pertama masih diisi dengan penjelasan dari Kepala BB TNBTS John Kennedie, pihak Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi maupun dari perwakilan pihak kepolisian dua wilayah kabupaten dan kota.

Di situ dijelaskan mengenai aturan-aturan serta kronologi dari permasalahan mengenai kuota Jeep yang saat ini sedang ramai dipermasalahkan. Namun hingga waktu dua jam berlalu, kedua belah pihak yang bersengketa masalah kuota, belum diberikan kesempatan untuk berbicara.

Setelah itu, kemudian pemimpin mediasi, selanjutnya, menginginkan kedua belah pihak untuk bisa bermediasi dengan santai di ruangan dari Kepala BB TNBTS.

"Agar lebih santai, kemudian bisa fokus mediasi, maka perwakilan dari masing-masing pihak, baik dari Jeep Wisata Malang Raya, Paguyuban Tumpang, dari kuasa hukum, dari pihak Kepolisian kedua belah pihak, kemudian dari Dishub Provinsi, nanti diskusi bareng di ruangan saya tidak di banyak orang gini, nanti nggak selesai-selesai," bebernya.

Setelah itu, mediasi kemudian dilanjutkan di ruangan Kepala TNBTS dengan tertutup, yang diikuti oleh perwakilan masing-masing pihak. Sampai saat ini, mediasi juga masih terus berlangsung. Belum terlihat adanya tanda-tanda mediasi selesai.   

Seperti yang pernah diberitakan sebelumnya, jika konflik ini muncul setelah adanya pemberian kuota sebanyak 21 Jeep kepada Perkumpulan Jeep Wisata Malang Raya. Kuota itu muncul setelah adanya pertemuan antara pihak Jeep Wisata Malang raya dengan Paguyuban Jeep 4x4 BTS Tumpang.

Saat itu terjadi kesepakatan yang disaksikan dan ditandatangani kedua belah pihak serta beberapa Kepala Seksi (Kasi) wilayah. Namun setelah adanya kesepakatan, pihak Jeep Wisata Malang Raya, merasa hal itu tidak adil. 

Mereka melalui kuasa hukumnya juga mengaku, jika melakukan penandatanganan dengan keadaan terpaksa, karena tak ada titik temu salam pertemuan sebelumnya.

Pewarta : Anggara Sudiongko
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Sandi Alam
Sumber : Malang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]sumeneptimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]sumeneptimes.com | marketing[at]sumeneptimes.com
Top