Belum Lakukan Uji Lab, PDAM Kota Malang Optimis Kualitas Air Sungai Memadai

Direktur Utama PDAM Kota Malang, Nor Muhlas (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).
Direktur Utama PDAM Kota Malang, Nor Muhlas (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).

SUMENEPTIMES, MALANG – Rencana memanfaatkan air permukaan tanah atau air sungai untuk memenuhi kebutuhan air bersih terus dilakukan Pemkot Malang. Wali Kota Malang Sutiaji bahkan menargetkan rencana itu sudah terealisasi pada 2020 mendatang. 

Sungai yang akan dimanfaatkan tersebut adalah Sungai Rolak, dan tidak menutup kemungkinan sungai lainnya.

Direktur Utama PDAM Kota Malang, Nor Muhlas menyampaikan, pemanfaatan air permukaan tanah atau air sungai saat ini sudah menjadi kebutuhan mendasar. Karena selain sumber air di dalam tanah saat ini memang terus berkurang, sumber air sungai juga dinilai sangat potensial untuk bisa dimanfaatkan.

"Saat ini sudah kami proses, kami sudah melakukan pra FS (Feasibility Study) dan kami siap ditarget 2020 mendatang," katanya pada wartawan, Jumat (14/6/2019).

Proyek mega besar itu menurutnya akan menelan anggaran yang tidak sedikit. Sehingga, anggaran akan memanfaatkan APBD Kota Malang juga APBN dengan meminta bantuan kepada Kementerian PUPR. Sehingga, setiap tahapan akan dilakukan untuk bisa merealisasikan rencana tersebut.

Meski saat ini PDAM Kota Malang belum melakukan uji laboratorium berkaitan dengan kualitas air sungai, Muhlas optimis jika kualitas air di kota pendidikan ini jauh lebih baik ketimbang daerah lain. Salah satunya Kota Surabaya yang memang sudah terlebih dulu memanfaatkan air permukaan tanah.

"Pencemaran sungai di Kota Malang tidak terlalu parah, sehingga dana untuk filterisasi pasti tidak terlalu besar seperti kota lainnya," imbuhnya.

Sementara mengenai biaya air memanfaatkan sumber air di dalam tanah dan sungai hingga sampai ke rumah tangga, menurutnya saat ini masih belum diketahui dengan pasti. Namun dia berharap agar ke depan biaya yang dibebankan kepada publik lebih ringan. Sehingga ketergantungan terhadap sumber air dalam tanah dapat ditekan secara perlahan.

"Kalaupun nantinya biaya untuk rumah tangga lebih mahal dari sekarang, bisa dilakukan subsidi silang. Agar masyarakat tak terbebani dan membayar seperti sekarang," jelasnya lagi.

Bukan hanya mengolah sebagai air bersih siap minum saja, pengelolaan air sungai itu menurutnya juga dapat dijadikan sebagai wahana wisata. Salah satunya adalah wisata edukasi untuk bisa dimanfaatkan masyarakat.

"Ketika ada tempat wisata nanti dapat digunakan sebagai subsidi, dan membantu pembiayaan yang dibebankan kepada masyarakat, khususnya pelanggan PDAM Kota Malang," pungkasnya.

Pewarta : Pipit Anggraeni
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Malang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]sumeneptimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]sumeneptimes.com | marketing[at]sumeneptimes.com
Top