Terungkap, Kasus Pembunuhan di Pakis Bermotif Dendam Lantaran Jagung Sering Diembat

Muhammad Saikhoni (baju oranye) tersangka pembunuhan saat sesi rilis di halaman Polres Malang, Kabupaten Malang (Foto : Humas Polres Malang for MalangTIMES)
Muhammad Saikhoni (baju oranye) tersangka pembunuhan saat sesi rilis di halaman Polres Malang, Kabupaten Malang (Foto : Humas Polres Malang for MalangTIMES)

SUMENEPTIMES, MALANG – Masih ingatkah Anda dengan kasus pembunuhan Pardi, warga Dusun Gandon Barat, Desa Sukolilo, Kecamatan Jabung. 

Iya, pria 58 tahun ini, ditemukan tewas mengenaskan di area persawahan yang berlokasi di Dusun Tegal Pasangan, Desa Pakis Kembar, Kecamatan Pakis, pada Jumat (12/4/2019) lalu.

Setelah sempat kesusahan mengungkap kasus pembunuhan tersebut jajaran Unit Reskrim Polres Malang, akhirnya berhasil mengamankan tersangkanya. 

Adalah Muhammad Saikhoni warga Dusun Tegal Pasangan, Desa Pakis Kembar, Kecamatan Pakis, yang menjadi pelaku pembunuhan Pardi.

“Motif pembunuhan yang dilakukan tersangka Muhammad Saikhoni ini, adalah dendam karena jagung dilahan miliknya sering dicuri,” kata Kapolres Malang, AKBP Yade Setiawan Ujung, ketika ditemui awak media saat sesi rilis, Selasa (21/5/2019) siang.

Terungkapnya kasus ini bermula dari pendalaman hasil olah TKP (Tempat Kejadian Perkara) yang dilakukan polisi. 

Saat itu petugas mendapati sebilah benda tajam berupa sabit, sepeda angin, dan arang sisa pembakaran pakian yang diduga milik tersangka. 

Barang bukti tersebut, diduga digunakan untuk mengeksekusi korban, yang ditemukan petugas di gubuk persawahan milik tersangka Muhammad Saikhoni.

Dugaan tersebut dikuatkan dengan keterangan 11 saksi, yang diperiksa polisi. 

Dimana dua saksi diantaranya mengaku sempat mengetahui tersangka Muhammad Saikhoni, keluar dari area persawahan dengan membawa sebilah sabit sesaat setelah membacok korban.

Bahkan, seorang saksi yang diketahui bekerja di salah satu pabrik tahu di Kecamatan Pakis. Juga sempat didatangi tersangka. 

Tujuannya adalah meminta air cuka hangat. Pada saat itu, saksi mengaku jika tersangka dalam kondisi basah kuyub. 

Diduga, Saikhoni sempat membersihkan bercak darah yang ada di pakiannya dengan menggunakan air, namun tak kunjung bersih.

“Berawal dari temuan inilah, petugas akhirnya mengamankan tersangka Muhammad Saikhoni saat yang bersangkutan ada di rumahnya,” terang anggota polisi yang akrab disapa Ujung ini.

Di hadapan petugas, tersangka Muhammad Saikhoni mengaku jika dirinya merasa geram, lantaran lahan miliknya yang ditanami jagung, sering dicuri oleh seseorang. 

Merasa tidak terima, Jumat (12/4/2019) dini hari. Tepatnya sekitar pukul 02.00 WIB. 

Pria yang kini berusia 39 tahun itu, melakukan pengintaian di lahan jagung miliknya.

Benar saja, tidak lama setelah itu. Tersangka mengetahui ada tiga orang asing yang mengendarai dua sepeda motor, nampak mendatangi lahan jagung miliknya. 

Kemudian, Pardi (korban) yang saat itu masuk ke lahan jagung tersangka langsung dihampiri oleh Saikhoni.

“Lapo cak (sedang apa mas),” saut tersangka saat mempergoki Pardi. 

Korban yang saat itu kepergok, seketika menoleh ke arah tersangka. 

Merasa geram pria yang nyaris berusia kepala empat ini, langsung membacok korban sebanyak satu kali. Ayunan sabit tersebut, mengarah ke rahang sebelah kiri korban.

Merasa panik, korban seketika berlari keluar ladang sembari menghampiri dua orang temannya. 

Mengetahui hal ini, tersangka bergegas kabur meninggalkan lokasi kejadian sebelum akhirnya diringkus polisi di rumahnya, pada pertengahan mei lalu.

Dari kasus penganiayaan yang menyebabkan seorang meninggal dunia ini polisi menyita berbagai barang bukti, di antaranya satu buah sabit, pakian yang dikenakan saat mengeksekusi korban, sepeda angin, yang diketahui milik tersangka Muhammad Saikhoni disita polisi. 

Selain itu, satu unit sepeda motor Smash nopol N-5862-HC, milik korban juga disita petugas sebagai barang bukti.

“Akibat perbuatannya, tersangka kami jerat dengan pasal 338 KUHP dan 351 ayat 3 KUHP tentang penganiayaan dan pembunuhan. Dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara,” tegas Ujung.

Pewarta : Ashaq Lupito
Editor : Heryanto
Publisher : Sandi Alam
Sumber : Malang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]sumeneptimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]sumeneptimes.com | marketing[at]sumeneptimes.com
Top