Kabupaten Malang Bersiap Jadi Tuan Rumah Akkopsi, Pujon Kidul Disepakati Lokasinya

Kolase presentasi persiapan menjadi tuan rumah AKKOPSI di Kabupaten Malang. (Wahyu for MalangTIMES)
Kolase presentasi persiapan menjadi tuan rumah AKKOPSI di Kabupaten Malang. (Wahyu for MalangTIMES)

SUMENEPTIMES, MALANG – Kabupaten Malang bersiap-siap untuk menjadi tuan rumah pertemuan Asosiasi Kabupaten Kota Peduli Sanitasi (Akkopsi). Sebuah asosiasi yang diikuti oleh seluruh kabupaten/kota di Indonesia yang peduli terhadap persoalan sanitasi. 

Penunjukan Kabupaten Malang itu tidak terlepas dari upaya keras dan cerdas dalam pemenuhan sanitasi masyarakat yang dilakukan berbagai lini terkait. Salah satunya adalah peran sentral Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPKPCK) Kabupaten Malang sebagai leading sector dalam persoalan pembangunan infrastruktur sanitasi selama ini.

Dari hasil kerja keras dan cerdas untuk memenuhi target nasional terkait sanitasi, Kabupaten Malang telah meraih angka sekitar 80 persen. Sisanya dikejar pada tahun 2019 sampai 2020 sebagai batas target penuntasan sanitasi yang dicanangkan pemerintah pusat.

Hasil inilah yang membuat Kabupaten Malang ditunjuk untuk menjadi tuan rumah pertemuan Akkopsi.  Dalam presentasi kesiapan menjadi tuan rumah itu, DPKPCK Kabupaten Malang menyampaikan kesiapannya menghehat pertemuan besar tersebut kepada pengurus Seknas Akkopsi, Jumat (17/05/2019) di Jakarta.

"Kami telah mempresentasikan kesiapan menjadi tuan rumah tadi bersama direktur eksekutif dan pengurus Seknas Akkopsi. Ada beberapa hal yang sudah disepakati, lainnya masih dalam proses persiapan," kata Dr Wahyu Hidayat, kepala DPKPCK Kabupaten Malang kepada MalangTIMES.

Hal yang telah disepakati dalam acara itu adalah penunjukan lokasi pertemuan Akkopsi, yakni di Pujon Kidul. Sedangkan terkait acara, pengurus Seknas Akkopsi mengarahkan dilakukan di bulan Juli atau sekitar Agustus 2019. "Lokasi sudah disepakati di Pujon Kidul. Sedangkan untuk waktunya antara Juli dan Agustus 2019 ini. Jadi, untuk waktu memang masih terus kami godok," ujar Wahyu.

Disinggung terkait pemilihan lokasi pertemuan di Pujon Kidul, Wahyu menjelaskan bahwa pihaknya bertujuan untuk juga mengenalkan tema pariwisata. "Jadi, tema awal ini yang disepakati sehingga mengerucut pada lokasi acara nantinya di Pujon Kidul yang memiliki destinasi wisata Kafe Sawah yang sudah menasional," urai mantan kepala Dinas Pengairan Kabupaten Malang ini.

Seperti diketahui, DPKPCK Kabupaten Malang selama ini fokus dalam menguatkan sektor pariwisata melalui bidangnya. Yakni, pengadaan infrastruktur sanitasi di beberapa lokasi wisata. Hal ini dipacu dengan pemikiran bahwa pariwisata tidak akan berkembang tanpa sanitasi yang baik. Maka, pembangunan sanitasi yang tujuan awalnya agar masyarakat sehat dan lingkungan hidup pun terjaga. Digeser lebih luas ke sektor pariwisata yang tentunya juga tidak bisa lepas dari urusan sanitasi.

"Konsep awal kami ternyata mendapat dukungan penuh dari Akkopsi. Karena itu, untuk lokasi pertemuan disepakati di Pujon Kidul," ujar Wahyu.

Mengenai persiapan teknis lainnya, misalnya tema yang lebih spesifik, peserta, undangan dan acara masih terus akan dibahas dan dimatangkan. "Terus kami bahas. Tapi yang pasti, kami akan menjadi tuan rumah pertemuan bergengsi. Tentunya kami harapkan bisa berjalan lancar dan memiliki multiyears effect  kepada pembangunan di Kabupaten Malang," pungkas Wahyu.

Pewarta : Dede Nana
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Malang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]sumeneptimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]sumeneptimes.com | marketing[at]sumeneptimes.com
Top