Kasihan, Penderita Kanker Ganas di Banyuwangi Baru Dapat Perhatian Setelah Tiga Tahun

Supiyah, penderita kanker ganas rahang mulut dan gondok saat disambangi banyuwangitimes.com, Jumat (10/5/19).
Supiyah, penderita kanker ganas rahang mulut dan gondok saat disambangi banyuwangitimes.com, Jumat (10/5/19).

SUMENEPTIMES, BANYUWANGI – Supiyah (42), warga RT 2 RW 2 Dusun Gumukagung Desa Gintangan Kecamatan Blimbingsari Banyuwangi, yang sudah beberapa tahun lamanya menderita sakit kanker ganas rahang mulut dan gondok akhirnya mendapat perhatian Kades Rusdiana. Bahkan kades wanita pertama di Desa Gintangan ini pun langsung memintakan bantuan ke Badan Amil Zakat Nasiona (Baznas) Kabupaten mengingat kondisi ekonomi warganya yang tidak mampu.

Pantauan banyuwangitimes.com, Jumat (10/5/19), kondisi istri Musain (41), seorang penderes legen (bahan baku gula merah), memang cukup memprihatinkan. Sambil menangis Supiyah menyatakan dirinya ingin sembuh seperti sediakala. Dulu, di awal saat terasa sakit, hendak berobat namun dirinya tidak punya biaya. Kala itu satu satunya harapan dia adalah supaya dapat arisan untuk biaya berobat.

"Alhamdulillah atas doa teman-teman sesama wali murid TK, akhirnya saya dapat arisan Rp 800 ribu. Tetapi uang segitu langsung habis, tidak cukup untuk wira wiri. Bahkan saya sampai tidak bisa berjalan hingga kini sudah 2 tahun lamanya. Namun biarpun kondisi sakit seperti ini, saya tetap kerja memasak legen untuk dijadikan gula merah," paparnya.

Dikatakan ibu 3 anak ini, sakit yang dideritanya sudah diobatkan di RSUD Blambangan Banyuwangi. Namun oleh dokter setempat, ia diberi rujukan ke RS dr. Soetomo Surabaya. Dia sudah 2 kali mendapat rujukan tersebut tetapi tidak berangkat karena tidak punya biaya. "Rujukan yang ketiga kalinya ini mau diurus lagi, entah nanti bagaimana kelanjutannya saya tidak tahu Pak," ungkapnya kepada banyuwangitimes.com. 

Kepala Desa Gintangan Rusdiana, saat ditemui banyuwangitimes.com di kantornya, Jumat (10/5/19), terkait rujukan warganya yang sakit dan tidak mampu tersebut menyatakan masih belum dimintakan. Menurut Rusdiana, sebelumnya pihaknya sudah menguruskan rujukan, namun warganya yang sakit tersebut tidak mau melanjutkan pengobatannya.

"Untuk saat ini Puskesmas Desa Badean masih mengurus rujukannya lagi. Bahkan sebulan lalu, saya sudah mengajukan bantuan ke Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten mengingat warga kita benar-benar tidak mampu," terangnya.

Malahan, lanjut Rusdiana, untuk melengkapi persyaratan rujukan, administrasi mulai dari desa dan puskesmas serta ke Baznas sudah dia cukupi serta dia ajukan. Semua yang dilakukan tersebut, sebagai upaya untuk membantu warganya yang tidak mampu.

"Supaya warga kita yang sakit ini cepat bisa dioperasi. Di Surabaya nanti ada rumah singgah, tetapi untuk keperluan biaya hidup dan biaya transportasi harapannya ya bantuan dari Baznas. Soal kendaraan juga sudah ada, yaitu ambulans. Tinggal membelikan BBM dan untuk beli konsumsi dalam perjalanan saja," pungkas dia. 

Pewarta : Hakim Said
Editor : A Yahya
Publisher : Sandi Alam
Sumber : Banyuwangi TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]sumeneptimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]sumeneptimes.com | marketing[at]sumeneptimes.com
Top