Di UIN Malang, Fotografer Profesional Doddy Bening Bagi Tips Foto Berkualitas Bujet Terbatas

Suasana workshop fotografi dengan Doddy Bening di Home Theater Fakultas Humaniora UIN Malang. (Foto: Humas)
Suasana workshop fotografi dengan Doddy Bening di Home Theater Fakultas Humaniora UIN Malang. (Foto: Humas)

SUMENEPTIMES, MALANG – Seni fotografi tidak harus mahal. Anda tidak harus membeli kamera, lensa, peralatan lampu, dan lainnya dengan harga hingga puluhan bahkan ratusan juta rupiah untuk menghasilkan foto yang berkualitas.

Justru pola pikir foto bagus lantaran alat yang mahal itu sebenarnya salah. Hal ini ditegaskan oleh fotografer profesional yang juga CEO & Founder of Bening Group, Doddy Bening, dalam workshop fotografi bertajuk "Menghasilkan Foto Executive Potrait Berkualitas dengan Peralatan & Budget Terbatas" di Home Theater Fakultas Humaniora Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang.

Doddy menegaskan bahwa alat mahal itu sebenarnya menawarkan kemudahan, kecepatan, dan penampilan saja saat pemotretan. Bukan kualitas foto. "Jika masih berpikir foto bagus itu karena alatnya mahal, itu salah," tegasnya dalam workshop yang digelar Komunitas Pecinta Fotografi Jhepret Club UIN Malang tersebut.

Fotografer profesional di bidang teknik strobist itu menjelaskan bahwa semua fotografer pemula harus menghilangkan pemikiran bahwa foto bagus itu karena kameranya mahal. Padahal tidak seperti itu.

Menurut Doddy, kamera mahal itu sebenarnya menawarkan kecepatan. Sedangkan kualitas bergantung pada kreativitas fotografer. "Kamera mahal tapi yang makai tidak bisa, ya hasilnya tetap tidak bagus. Dan sebaliknya, kamera murahan tapi si fotografer menguasai teknik dan peralatan kameranya, bisa menghasilkan foto eksekutif," jelasnya.

Doddy kemudian mengajak seluruh peserta workshop untuk praktik langsung menghasilkan foto yang berkualitas tinggi dengan teknik strobist. Strobist sendiri adalah teknik memotret dengan lampu kilat terpisah. Lampu kilat atau flash tidak terpasang pada kamera, tetapi digunakan layaknya lampu biasa.

 Doddy juga mempraktikkan foto tattering atau foto yang terhubung langsung dengan laptop atau komputer. "Nanti saya akan praktikkan foto strobist ini dengan teknik tattering yang langsung terhubung ke laptop," terangnya.

Tujuannya yakni untuk mempercepat proses belajar bersama agar hasilnya bisa langsung dilihat bersama. Teknik ini bisa dilakukan dengan dua cara, yaitu  wifi dan kabel. Pasalnya tidak semua kamera memiliki fasilitas wifi. "Saya ingin mengubah mindset semua peserta bahwa kamera murahan tidak bisa menghasilkan foto yang bagus," pungkasnya.

Pewarta : Imarotul Izzah
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Malang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]sumeneptimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]sumeneptimes.com | marketing[at]sumeneptimes.com
Top