Target Indonesia jadi Kiblat Fashion Hijab Dunia Tahun 2020 akan Berhasil Jika...

Fashion muslim on runway. (Foto istimewa)
Fashion muslim on runway. (Foto istimewa)

SUMENEPTIMES, MALANG – Tahun 2020, Indonesia ditargetkan menjadi kiblat fashion hijab dunia. Lantas mengapa pilihannya ke fashion muslim?

Seperti yang kita tahu, Indonesia adalah negara berpenduduk muslim terbesar di dunia.

Sehingga, dikatakan oleh Chairman Indonesian Fashion Chamber (IFC) Chapter Malang Agus Sunandar bahwa pasarnya sudah ada.

Fashion di Indonesia bisa berkembang karena didukung oleh sumber daya manusia yang begitu besar. 

Untuk itu, menurut Agus, sebenarnya apabila kita mau mengembangkan industri fashion maka tidak perlu jauh-jauh berorientasi ke luar negeri.

"Karena 260 juta penduduk Indonesia itu adalah pasar," imbuhnya.

Industri fashion Indonesia sendiri nyatanya sangat maju. 

Bersama dengan industri kuliner, industri fashion merupakan penyumbang devisa tertinggi di Indonesia.

"Jadi di Indonesia itu penyumbang devisa tertinggi adalah fashion dan kuliner dalam industri kreatif," tandasnya.

Dilansir dari web Kementerian Perindustrian RI, secara umum, industri fashion mampu menyumbang 50 persen dari pendapatan negara di bidang industri kreatif dan terdapat 2-3 persen pertumbuhan ekspor setiap tahun.

Jadi, industri fashion akan terus berkembang. Nah, untuk mewujudkan Indonesia sebagai kiblat fashion hijab dunia atau kiblat muslim dunia sendiri, caranya menurut Agus yakni dengan melihat posisi Indonesia dalam fashion dunia.

Dikatakan Agus bahwa gaya yang seharusnya dikembangkan adalah gaya etnik kontemporer.

"Gaya apa yang akan dikembangkan? Yakni gaya fashion muslim yang ada unsur etniknya, unsur tradisionalnya," terang Dosen Tata Busana Universitas Negeri Malang (UM) ini.

Pengembangan fashion dengan gaya etnik kontemporer yakni mengembangkan industri fashion yang ada nilai tradisinya. 

Contohnya yakni dengan penggunaan bahan-bahan batik, tenun, songket, dan wastra nusantara lainnya.

"Kalau mau menjadi kiblat fashion dunia Indonesia harus mengembangkan industri fashion hijab atau fashion muslim ini dengan karakter etnik kontemporer atau menggunakan bahan-bahan yang memiliki nilai-nilai tradisi," pungkas pria kelahiran Madura tersebut.

Pewarta : Imarotul Izzah
Editor : Heryanto
Publisher : Sandi Alam
Sumber : Malang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]sumeneptimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]sumeneptimes.com | marketing[at]sumeneptimes.com
Top