5 Bulan, Bawaslu Sita 21 Ribu Alat Peraga Kampanye

Panwascam saat melakukan penertiban APK (dok MalangTIMES)
Panwascam saat melakukan penertiban APK (dok MalangTIMES)

SUMENEPTIMES, MALANG – Dalam hitungan sekitar 5 bulan, yaitu sejak kampanye pemilu 2019 dimulai tanggal 23 September 2018 sampai Januari 2019, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) telah melakukan penurunan dan penyitaan 21 ribu alat peraga kampanye (APK) di 33 Kecamatan di Kabupaten Malang.

Jumlah APK dalam pemilu 2019 tersebut secara nyata telah melanggar aturan kampanye seperti yang  dimaksud dalam Undang-Undang (UU) Nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilu serta Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 23 Tahun 2018.

George Da Silva Koordinator Divisi Penindakan Bawaslu Kabupaten Malang, membenarkan hal tersebut. Pihaknya sejak awal kampanye sampai kemarin telah menyita 12 ribu APK dari berbagai partai politik yang mengusung calonnya.

"Totalnya sampai 21 ribu APK dari 33 kecamatan di Kabupaten Malang. Setiap dua minggu sekali kita melakukan penertiban dalam kaitannya dengan pelanggaran APK," kata pria plontos ini, Jumat (11/01/2019).

Data pelanggaran APK Pemilu 2019 terbilang cukup banyak. Setiap penertiban yang dilakukan setiap dua minggu sekali, Bawaslu Kabupaten Malang bisa menyita 1.500 APK. Baik yang berbentuk baliho maupun poster di 33 kecamatan.

Penyitaan APK oleh Bawaslu dikarenakan secara nyata melanggar aturan yang ada. "APK yang kita turunkan dan sita dipasang di tempat-tempat yang dilarang oleh aturan. Misalnya, dipasang di pohon, lembaga pendidikan, pemerintahan, rumah sakit, tempat ibadah maupun fasilitas umum," urai George.

Padahal, masih menurut George, pihaknya tidak kurang-kurang melakukan sosialisasi kepada partai politik dalam pemasangan APK. Bahkan, Bawaslu sebelum melakukan penertiban, telah memberikan peringatan terlebih dahulu.

"Jadi kita beri peringatan dulu sebelum kita turun ke lapangan. Tapi dengan banyaknya APK yang melanggar dan kita sita, peringatan kami tidak dijalankan," ujarnya.
Dimungkinkan, tim kampanye menyuruh orang-orang yang tidak memahami regulasi dalam memasang APK. 

"Mereka diberi imbalan dan akhirnya memasang APK di sembarang tempat," pungkas George.

Pewarta : Dede Nana
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Raafi Prapandha
Sumber : Malang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]sumeneptimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]sumeneptimes.com | marketing[at]sumeneptimes.com
Top